Senin, 19 Oktober 2009

Love Fool

Dear, I fear we're facing a problem
you love me no longer, I know
and maybe there is nothing that I can do
to make you do

Mama tells me I shouldn't bother
that I ought to stick to another man
a man that surely deserves me
but I think you do!

So I cry, I pray and I beg

Love me love me
say that you love me
fool me fool me
go on and fool me
love me love me
pretend that you love me
leave me leave me
just say that you need me
Love me love me
say that you love me
leave me leave me
just say that you need me
I can't care 'bout anything but you...

Lately I have desperately pondered,
spent my nights awake and I wonder
what I could have done in another way
to make you stay
Reason will not lead to solution
I will end up lost in confusion
I don't care if you really care
as long as you don't go

by: Olivia

Kamis, 15 Oktober 2009

Mengapa meminta yang tidak diinginkan…?

Kemarin, seseorang bercerita kepada saya, dan dia berkata “hai Tuhan, silahkan tampakan semua karma terhadap aku…” astaga, kenapa dia meminta hal tersebut ya?!!! Hmmm…..

Pasti Tuhan cuma tersenyum dan kemudian mengabulkan permintaan seseorang tersebut. Percaya?? Yes, I think so…
Ketika berbicara keburukan, alam akan menanggapi dan menjadi keburukan itu terjadi. Begitu juga sebaliknya, ketika kita berbicara kebaikan, tentu alam juga akan mendukungnya, meskipun perjalanan atas kebaikan itu terkadang melelahkan, menyakitkan, membosankan… tapi tetap akan meraih kebaikan, pada akhirnya.

Lalu, kenapa kita bangga meminta keburukan kepada-NYA? Merepotkan diri, memaki diri, mencerca diri, merendahkan diri, menganggap diri buruk seburuk-buruknya. Kasihan………

Apa tidak ada hal-hal lain yang patut diungkapkan selain keburukan? Apa tidak ada cara lain yang lebih mengindahkan hidup diri? Apa anda tidak lelah berpikiran seperti itu terus menerus?

Mencoba, sayangi diri dengan mencintai diri sendiri (bukan narsisme). Bagaimana bisa saya, dia, kami, mereka dapat mencintai kondisi “diri”, sedangkan “diri” sendiri tidak memberikan ruang untuk dicintai oleh dirinya sendiri.

Keintiman diri yang tercipta, bukan semata-mata untuk ke”aku”an yang kaku dan baku. Tapi, itu semua dapat tercipta untuk merangkul keindahan hidup bersama-sama. Dan selaras…. Bukankah itu menyenangkan?

Pemikiran adalah pendoaan, pendoaan adalah penguatan… dan penguatan itu dapat membuat kita terus membersihkan pemikiran-pemikiran terhadap kehidupan yang terkadang kurang bersih, atau tidak bersih. Maka, memintalah apa yang memang diinginkan….

dRealme.

Hegemoni

apa yang sedang dirasakan atas jiwa yang mencintai... dicintai... wuihh, serasa dunia milik bersama, yang lainnya, ga tau dech kemana... !@#$%^&*_+~

"aku sangat beruntung memilikimu..." aku ingin selalu menjaga hatimu....", aku ingin hidup bersamamu...", aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi dari hidupku....", kamu mau merangkai mimpi kehidupan bersama dengan aku kan...", dst...... dst.....

hmmmmmmm....... cuma deretan huruf aja jika sebenarnya kita tidak mengerti tentang kalimat-kalimat tersebut!!!! maka, berhati-hatilah atas pengucapan yang sudah divonis menjadi sebuah janji.

ternyata, hegemoni itu hanya ulasan hidup yang menggiurkan, tapi sekejap.... lenyap. yups, itulah hegemoni (dalam arti luas: menguasai, bs menjadi kesenagan semu). kata "hegemoni" ini sempat saya dapat dari membaca artikel milik-nya M H Anggana Deh pada notes FB-nya. maka saya berimaji-lah dengan kata tersebut :)

apa jadinya jika setiap perasaan yang tertanam tidak bisa dipanen?? parahnya panenan itu dinikmati orang yang tidak menanamnya. silahkan ambil saja..........

ada yang menutup mata hati, mungkin pura-pura menutup mata hati. cari aman aja terussss..... merasa diri paling hebat. merasa diri paling dahsyat. cuma mengingatkan, bahwa hidup itu "tak terduga" bro...

ok... ok... fine. kita lihat saja bagaimana nanti jadinya.


dRealme.

Sabtu, 10 Oktober 2009

Just share…. And I want to share….

Surat untuk Mayora Terkasih


Dear all,


Apa kabar semuanya?
Semoga dalam Keadaan Kebaikan…

Banyak hal yang sudah saya miliki selama berada di “tempat mahal” seperti Mayora. Tidak luput dari rasa biasa-biasa saja, rasa haru sampai rasa yang luar biasa menyenangkan dan membanggakan. Bagi saya, Mayora is one of the nice places to make me grow “UP”.

Maka, untuk kesempatan ini, ijinkan saya berbicara…

Rasa teramat terima kasih saya ucapkan untuk semua pihak yang telah tulus memberikan kesempatan serta pengajaran kepada saya tentang makna bekerja, makna bersama dan makna berkarya. Thanks for your support, guys…

Untuk sekarang, peranan waktu sedang mengijinkan sekaligus menuntut saya untuk melakukan hal yang lebih lagi dari yang sudah ada. Satu hal yang ingin disampaikan, bahwa kebersamaan saya dengan Mayora, bagi saya, it’s cool and amazing for me… :) Thanks, once again…

Dan, hari ini merupakan the last activity bagi saya di Mayora. Karena, pertanggal 12 Oktober 2009, saya sudah tidak beraktivitas sebagai anggota keluarga Mayora lagi (terutama pada Dept. BPIC Tomang Lt.6).

Sebagai manusia biasa yang mungkin tidak luput dari rasa salah, komunikasi salah, sampai tindakan salah, mohon dibukakan ketulusan hati rekan-rekan semuanya, untuk memberikan pemaafan atas diri saya selama bekerjasama di Mayora.

Begitu juga dengan saya, pemaafan akan membuat saya dapat melangkah lebih ringan lagi. Maka, saling memaafkan adalah pengharapan… :).

Dan untuk Mayora tersayang, saya harap pengharapan-pengharapan kalian akan selalu merajuk pada slogan “The Power of One”, saya yakin Mayora akan terus menjadi Perusahaan yang Wonderful & Powerful :)

Sukses selalu untuk kita semua…
And, let's keep contacting each other.

dRealme,

Siti Maemunah (Maey)
non_maey@yahoo.com
087882159278

Rabu, 23 September 2009

Saya tetap senang meski sesekali mendapat tamparan

Saya baru sadar,

Ketika pujian-pujian yang dihadirkan membuat saya terpana…. Lama. Dan rasanya tidak ingin ditanggalkan. Karena jujur, sangat menyamankan.

Tapi, ketika sosok kata yang seenaknya hadir dengan ketajamannya. Menyesakkan dada, saya tidak suka!!! Tapi ketajamannya tetap ada. Hingga kini… dan mungkin akan terus menggiringi perjalanan hidup. Lalu bagaimana baiknya untuk disikapi? DIAM!! Tapi tetap memikirkannya….

Rasa kecut yang dirasakan, membuat suara ini getir, membuat tubuh ini minggir. Baiknya saya bagaimanakan keadaan ini? Kenapa dia muncul? Huh, ada-ada saja….!!!

Perenungan ini membawa pada jiwa yang menerima. Kekerasan pikiran ini menuntut untuk menalar. Kerapuhan hati ini mengharapkan ketenangan bagi satu jiwa, semua jiwa.
Saya terus mengerutkan dahi, menajamkan afirmasi sampai saya mendapatkan suatu rasa, yang amat mendamaikan.

Saya baru sadar,

Saya akan tetap senang meski sesekali mendapatkan tamparan. Karena keyakinan ini menyadarkan dan menguatkan diri. Meski menghasilkan noda merah, tanda memar … saya yakin itu tidak akan lama!


dRealme.

Minggu, 13 September 2009

Bermain dengan Tuhan

ketika pikiran ini menerawang tinggi, jauh, luas dan penuh pengharapan. disaat itu Tuhan memperhatikan kita. DIA mencoba untuk memperhatikan secara seksama tentang keseriusan kita terhadap doa kita, usaha kita sampai pencapaian kita, kelak....

bagi hati yang terus diuji, nikmatilah rasa itu dengan penuh keikhlasan dan pemaafan. karena jika ada hal yang dapat dijadikan pelajaran, semuanya adalah pelajaran...

tidak ada istilah sia-sia, tidak ada istilah mubazir, tidak ada istilah percuma. tidak!! karena pasti ada hal yang didapati dari-nya. sampai kita sendiri menyadari betapa nikmat dan akan indah pada saatnya. maka yakinilah dengan keyakinan....

satu hal yang ingin disampaikan. bangunlah dari mimpi-mimpimu, karena kita harus merealisasikan mimpi-mimpi tersebut dengan pagi, siang, sore sampai malam kembali mengajak kita untuk bermimpi lagi dan lagi.

so, keep dreaming guys, because God playing with us in there...

Minggu, 09 Agustus 2009

Akan ada penghargaan, nantinya..

Yakinilah akan ada penghargaan, nantinya..

Ketika berbicara bahwa karya-karya kita tidak layak diutarakan, pemikiran-pemikiran kita tidak sesuai dengan standard yang berlaku, ide-ide kita belum secemerlang sang jagoan. Dan seterusnya….. Yakinilah bahwa kita tetap berguna atas apa yang sudah kita lakukan. Setidaknya untuk diri kita sendiri. Sekarang dan tentu yang akan datang.

Segelintir kalimat yang menyayat hati terhadap hasil karya diri, terimalah penampakannya. Rangkullah dan biarkan dia merajai imajinasi. Setelah itu, cernalah maksud kedatangan dari kata-kata tersebut. Dan ambil e-Pos (energy positive) dari e-Neg (energy negative) -nya.

Terkadang, disaat kita mendapatkan ketidaknyamanan atas apa yang sudah disuguhkan oleh keadaan, marahlah…. Kecewalah…. Tapi buatlah emosi itu berkualitas dan menghasilkan sesuatu yang membanggakan. Tidak perlu diperlihatkan kepada yang tidak nyaman dengan karya kita, tapi, biarkan dia yang melihat dan merasakan kenyamanan kita terhadap sesuatu hal. Terus berikan ruang yang membuat kita tetap percaya untuk terus berkarya. Maka lihatlah apa yang terjadi….

Penghargaan, akan datang pada sesorang yang ingin dihargai. Maka, teruslah mencoba untuk bertindak menghargai diri dengan perkataan yang santun, senyuman yang ramah, rangkulan tangan yang menghangatkan, dan tindakan diri yang menyesuaikan. Lalu, nikmati hasilnya….

Bagi kita yang kaya raya akan karya-karya diri. Teruskanlah untuk terus berkarya. Karena seburuk-buruknya karya adalah masih tetap merupakan hasil dari sesuatu yang telah dibuat dari yang bermula tidak ada menjadi ada. Maka, terus buatlah sejarah yang membanggakan.